"jangan sampai rusak Cosplay gara-gara hidup", alhamdulillah sampai sekarang aku masih hidup.
Aku jadi ingat kejadian pertama kali mencoba Cosplay sekitar beberapa tahun yang lalu ketika masih SMA, sebelum jam sekolah (kebetulan
aku masuk siang ketika SMA) aku mencoba gaul dengan browsing di internet. Sejak pindah rumah bulan lalu aku sekarang aku jadi lebih aktif di internet baik itu facebookan ataupun browsing gambar-gambar Naruto hingga pada suatu saat aku tak sengaja melihat sebuah gambar Naruto dengan versi manusia asli, menurut aku itu keren banget kalau serial Naruto di bikin film versi manusianya (dulu belum ngerti istilah Live Action). Maka aku browsing terus menerus hingga pada akhirnya aku menemukan artikel yang penuh dengan karakter animasi seperti Saint Seiya, Naruto, One piece, dan lainnya dengan versi manusia yang begitu mirip dengan karakter animasi tersebut. Akhirnya aku mengerti kalau mereka bukan syuting untuk sebuah film atau pun aktor film, mereka mengikuti hobi yang disebut Cosplay (Costume Player) dimana kita berdandan semirip mungkin dengan karakter animasi kesukaan kita.
sumber: google
Aku tertarik untuk mengikuti Cosplay namun aku teringat bahwa hobi seperti itu mana mungkin ada di medan mengingat semua gambar yang aku temukan tadi hampir semua orang Jepang dan Amerika, pastinya diperlukan biaya yang banyak untuk satu karakter. Tapi aku gak putus asa dan aku berpikir untuk merakit sendiri kostum karakter kesayanganku "Sasuke Uchiha versi Shippuden" mengingat versi Shippudden lagi maraknya waktu itu. aku mengumpulkan baju, jaket, celana yang diperlukan dan kemudian aku berfoto dengan pose yang menurut ku tetap paling ganteng, di jepret dari atas. Ketika pertama kali melihat hasil foto tersebut aku kagum dengan diriku yang begitu terlihat keren dan tampan tentunya, (sebelum akhirnya aku yang di tahun ini menyesal pernah melihat foto ini lagi dan diare), karena merasa berhasil maka aku melanjutkan lagi untuk merakit kostum selanjutnya. Minggu kedua aku membeli sebuah topi koboi, celana hitam gantung, serta kaos kaki putih, dan kemudian aku berfoto membawakan karakter "Michael Jackson" dengan versi dari video "Will you be there", tak lama sesudahnya aku memutuskan untuk menghentikan hobi itu karena gak tahan untuk makan sekali sehari.
pertama kali ngerakit Sasuke Uchiha (Shippuden)
berikutnya nyobain Michael Jackson
Seiring waktu akhirnya aku menemukan komunitas Cosplay di kota Medan dari hasil bertanya sana-sini, aku bergabung dengan grup tersebut dan mulai mengerti bahwa Cosplay bukan cuma hanya untuk berdandan tapi juga ada kompetisi dimana para Cosplayer berlomba untuk menampilkan peran karakter masing-masing semaksimal mungkin di atas panggung. Pertama kali ikut serta aku membawakan karakter "Sasori" dari serial animasi Naruto, akhirnya aku berhasil punya properti cosplay sendiri setelah sebulan puasa setengah hari, dan ini semua seperti motto tadi (alhamdulillah masih tetap hidup).
saat perform pertama kali
Hari berganti minggu dan bulan berganti tahun dan seiring waktu aku melihat Cosplayer yang membawakan karakter Tokusatsu Kamen Rider V3. Sekali lagi aku terkejut lebay mengetahui bahwa kostum sehebat itu hasil karya buatan tangannya sendiri, aku merasa iri dan ingin juga untuk membuat kostum tokusatsu dengan ciptaan tangan sendiri. Maka aku mencari tahu apa saja bahan dan cara membuatnya hingga akhirnya aku menyelesaikan karya pertamaku hasil buatan tangan sendiri, mungkin tangan boleh sama tapi tingkat seni uda pasti berbeda-beda. Kalau hasil buatan tangan temanku itu terlihat lebih rapi dan mirip dengan karakter aslinya, aku lebih mirip KW-99 dari karakter aslinya.
Cosplayer: Hydendy Harakiri sebagai KR V3 the next
Kamen Rider Ouja
hasil karya buatan tangan sendiri pertama kali
hasil karya kedua
Digimon 01: Omnimon
Seiring waktu aku bersyukur karena imajinasiku meningkat sehingga bisa menghasilkan kostum-kostum baru yang sedikit lebih bagus dan tetap dari hasil tangan sendiri. Jadi menurut aku Cosplay itu hobi positif yang banyak membawa pelajaran dan pengalaman baru untuk kita, mungkin yang tadinya belum pernah merasakan suasana ramai pengunjung yang ingin berfoto dengan karakter kita saat bercosplay, merasakan atmosfer panggung ketika berkompetisi, ribetnya menyusun konsep project baru, sampai paniknya menjelang waktu performa.








Tidak ada komentar:
Posting Komentar