Rabu, 02 Desember 2015

Keripik alay

   Nama aku Wellem dan aku asli orang Medan, orang-orang mungkin bingung dengan namaku yang agak sedikit aneh dan asing ini, nama ini pemberian dari Opa (kakek) aku yg memang kebetulan orang Belanda. Namaku cukup panjang jadi aku di panggil dengan Wellem baik itu di rumah maupun di luar. Aku suka keripik mau itu singkong, kentang, atau tempe karena menurut aku itu menggambarkan persis diriku, rapuh tipis seperti keripik.



   Semua orang pasti ingin terlihat trend dan kekinian agar dianggap gaul dengan yang lain, begitu juga denganku. Mengingat tahun 2009 warnet di daerah tempat aku tinggal belum terlalu banyak, game online juga masih beberapa jadi kalo dulu kita ke warnet itu belum ada yang namanya "putang ina bobo" sambil gebrak mouse. DUlu masih terasa aman dari begal, tidak terlalu macet, dan anak-anak juga masih bermain normal tanpa mengaung seperti serigala. Waktu itu aku masih sekolah kelas 1 SMK, Sosial media juga dulu yang booming Mirc dan friendster yang mana ketika kita tergesa-gesa ke warnet untuk update friendster ga sampe 5 menit online uda bengong karena gak tau mau ngapain dan dilanjutkan dengan main pinball atau chatting di Mirc.
Zaman dulu cukup kelam dan dulu aku alay (sampai sekarang masih walaupun dikit), dan alay itu dulu jadi trend, ketika beralih ke facebook juga dimana-mana akun facebook namanya abstrak semua, foto dari atas jepretnya, ga ngerti sih antara mau gaul atau pamer kutu ketombe. Setelah lihat foto temen-temen facebook yang kebetulan satu kelas aku foto nya lagi ngetrend begituan aku langsung memberikan komentar "tahapa2 lach u nie... norak ngedth sich!" dan besok nya aku ikutan foto jepret dari atas.


   Ketika orang ngebuat facebook untuk menambah teman dan tetap terhubung dengan yang lain, aku dulu lebih suka main Happy aquarium dan beberapa game lainnya sampai pada suatu hari ketika sedang online aku melihat di berandaku seorang temanku terlihat dinyatakan "Berpacaran" oleh facebook. Jujur aja itu ngebuat aku iri karena biasanya pacaran itu dimulai dari salah nomor yang dilanjutkan dengan obrolan dengan bahasa yang mungkin kalo sekarang aku lihat lagi bisa demam tinggi. Malamnya aku online dan untuk pertama kalinya aku menambahkan beberapa cewek yang aku gatau berasal darimana dan mengganti foto profil yang menurut aku paling ganteng, di jepret dari atas. Setelah berhasil menambahkan beberapa puluh cewek dan kena block add friend selama seminggu dari facebook dengan alasan terlalu banyak menambahkan teman tak dikenal, aku pun berhasil terlibat chat dan dapat nomor telepon seorang cewek kelas 3 SMP beda kota, dan selang beberapa hari kemudian,  Wellem Pejuanck'Cinta "Berpacaran" dengan Nova D'Clupclupz Nak'Comelz, di facebook.

   Aku punya seorang teman dekat yang selalu menemani dan mengajariku beberapa hal termasuk membuat email, facebook dan cara bump di pinball, Herry namanya. Aku menceritakan kalau aku kini telah berpacaran dengan seorang cewek cantik luar kota dari facebook dan dia malah senyum sambil balik cerita kalau dia punya beberapa facebook dan 3 di antaranya punya status "Berpacaran". Walau begitu aku tak peduli dengan berapa banyak facebook dan status yang dimilikinya karena bagiku Nova cintaku selamanya, setidaknya untuk 12 hari.


   Sedih, sendu, galau, mungkin wajar ketika putus cinta dan aku sudah merasakan semuanya jadi bisa dibilang aku uda galau dari kecil. Ketika aku sedang memberi makan Johny ikan mas kesayanganku di happy aquarium, Herry datang sambil menawarkan aku untuk berkenalan dengan temen cewek facebooknya yang cantik dan bisa di bilang manis karna dia ternyata mengetahui kalo aku telah putus dengan Nova. Dia memberikan akun temen cewek nya itu dan aku langsung menambahkannya sebagai teman, Rina D'Brandallz. Setelah aku tambahkan dan tak berselang lama kemudian terlihat pemberitahuan bahwa Rina telah menerima permintaan pertemananku dan aku langsung menulis di dinding nya "Ma'acih Eea dach d Konfir.. Leh naL?", gak sampai 1 jam dia membalas kiriman aku dan kami pun mengobrol hingga akhirnya aku dapat nomor handphone dia, rasanya bangga sekali waktu itu.

   Beberapa minggu kami sms dan chatting hingga pada akhirnya kami bertemu di warnet tempat biasa aku nongkrong. Aku, Rina, Herry, dan Dewi teman Rina, kami mengobrol panjang waktu itu sampai hari hampir gelap dan Rina memutuskan untuk pulang. Aku merasa sudah waktunya untuk menyatakan cinta kepada Rina karena kami terlihat cocok dan akrab dari hari ke hari dan kuputuskan untuk mengatakan cinta padanya, melalui sms, dan ditolak dengan alasan masih belum bisa menerima orang lain dan dia berharap hanya aku orang yang bisa membuka hatinya itu agar bisa mencintai aku sepenuhnya. Dulu rasanya sangat senang karena aku merasa I'm the choosen one yang diharap untuk membuka hatinya agar bisa merasakan cinta lagi.


   24 jam sehari, 30 hari sebulan, aku terus berusaha membuatnya percaya dan luluh padaku, aku memberikan perhatian yang sebelumnya aku merasa gak pernah lakukan ke siapapun, aku melakukan apa yang sebelumnya aku gak bisa lakukan, aku begitu kuatir dan cemas cuma karena hal kecil tentang dia hanya demi cinta namun masih belum membuahkan hasil hingga akhirnya pada suatu malam hujan deras di luar terasa tak begitu dingin dan petir yang menyambar di luar tak membuatku takut, aku melihat layar handphone tapi tetap tidak melihat pesan balasan dari Rina. Untuk pertama kalinya aku merasa ga karuan dan aku memutuskan untuk login di facebook yang kebetulan aku udah belajar gimana cara setting GPRS dan bisa akses facebook seluler. Aku melihat di beranda bahwa "Rina D'Brandallz telah berpacaran dengan Yanto Sykess'goKieL", aku sejenak memandangi layar handphone lalu aku menyeka layar dan berkata "Dibanding cowok ini kek nya masik jaoh gantengan ama keren lagi kawanku", dan seiring aku logout dari facebook maka aku juga menghapus nomor handphone dan koleksi foto Rina yang ku ambil dari Facebooknya dengan pose di jepret dari atas.


   Akhirnya aku menyadari makna dari kata "mudah datang, mudah pergi" yang sebenarnya, dan aku sadar perjuangan keras belum tentu membuahkan hasil yang memuaskan tapi sudah pasti memberikan pengalaman yang berharga buat dipelajari. Ketika kita melakukan sesuatu bukan dari hati maka hasil yang kita dapat juga tidak memuaskan hati, ketika kita tersakiti kita boleh merasa sedih bahkan menangis jika perlu, lalu bangkit kembali setelah merasa cukup, maka kita akan menjadi orang yang lebih kuat untuk hal yg udah kita lalui. Dan pengalaman cinta di zaman ketika alay dulu cukup memberi pelajaran untuk lebih bijak kedepannya bagiku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar