Hater cenderung lebih banyak mengetahui, lebih jujur, dan lebih sering memikirkan kesalahan kita dibandingkan dengan orang lain yang mungkin lebih dekat dengan kita. Mereka lebih sering menghabiskan waktu hanya untuk mencari kesalahan kita dan menggunakannya untuk menjadi bahan bicaraan contohnya ketika kita mengikuti suatu hobi dan tampak berhasil dari hobi tersebut, maka akan ada hal yang mereka cari untuk bisa menggunjingkan kita entah itu hobi yang mainstream lah, hobi anak-anak lah, mereka merasa hal yang kita lakukan terlalu mudah untuk dilakukan padahal juga mungkin sebagian dari mereka belum tentu bisa melakukan apa yang kita lakukan.Hater juga membenci hal-hal baru dari kita seperti misalnya kita merubah dandanan, potongan rambut, punya temen baru, sampe update-an tentang hidup kita di media sosial, jangan-jangan kita bernafas juga salah di mata mereka. Beberapa orang
mungkin risih karena hater tapi aku rasa itu ga perlu dirisihkan, coba pikir siapa lagi yang mau meluangkan waktu nya untuk memikirkan setiap kesalahan kita dan juga bela-belain untuk ngegosipin kita? mereka lebih senang menghabiskan waktu untuk hidup kita karena mungkin kita jauh lebih baik dari mereka.
Mungkin beberapa orang jadi malas mencoba sesuatu yang baru karena takut dibully oleh para hater, sebenarnya kita ga perlu takut dengan gunjingan para hater karena dari mereka lah kita bisa mengetahui dan bisa mengkoreksi kekurangan kita dari suatu hal. Hater akan tetap terus berkomentar apa yang mereka suka sampai orang yang dikomentari tersebut menjadi lebih baik atau sukses karena pada dasarnya orang yang menceritakan tentang kita dibelakang kita itu menunjukkan tempat mereka, yaitu di belakang kita. Jadi mulailah apa yang ingin kamu mulai tanpa memikirkan komentar orang lain selama yang kamu kerjakan itu positif karena pada akhirnya apa pun yang kita lakukan dalam hidup ini selalu dikomentari orang lain, jadi kenapa kita tidak membuat mereka membicarakan tentang keberhasilan kita saja?Banyak orang mungkin gak bisa bedain mana kritikan membangun dan kritikan menjatuhkan karena terdengar sama-sama pedas dan menyakitkan. Ketika kita di kritik seseorang dengan tipe "mengubah menjadi lebih baik" mungkin akan menyakitkan tapi kemudian dia bisa memberikan solusi dari kekurangan kita sehingga kita menjadi lebih baik, beda hal nya dengan kritikan dengan tipe "menjatuhkan" yang terdengar menyakitkan tanpa memberikan masukan untuk kita berubah menjadi lebih baik seperti contoh ketika aku pertama kali mengikuti lomba menyanyi antar sekolah. Aku masih ingat jelas lagu yang aku bawakan adalah "Heal the World" nya Michael Jackson karena kebetulan kelas 1 SMK aku benar-benar fans berat nya Michael Jackson sebelum akhirnya kenal seorang teman yang menjadi sahabat dekatku dan kemudian diracuni oleh "System of a Down". Seorang teman sebelum giliranku menyanyikan lagu dangdut yang aku lupa judulnya dengan cengkok dan goyangan tipe Biduan dengan sangat bagus, mungkin kelak dia bisa jadi Biduan cantik hanya saja masalahnya Andy itu seorang cowok.
Selesai bernyanyi dia dikomentari dan diberikan pertanyaan yang lumayan banyak dari juri yang terlihat sangat mengagumi suaranya, aku semakin gugup mengingat itu lomba pertamaku untuk bernyanyi didepan orang banyak (biasa lebih sering karaoke di kamar mandi ala Rockstar), aku pada saat itu yakin bisa mengimbangi suara temanku itu sampai kemudian giliranku maju dan aku menyanyikan sepenggalan reff dari lagu tersebut. Karena di reff nada terlalu rendah jadi aku ikut menghayati dengan benar-benar rendah sampai akhir reff dan aku melihat juri yang terpaku menatap kearahku, aku berpikir pasti lah juri sangat kagum dengan performa aku tadi. Aku melihat seorang juri mengangkat mic dan tentunya pasti memberikan komentar yang bagus pikirku, "udah? kamu udah siap? kamu barusan nyanyi? aku kira baca mantra, oke next" juri itu meletakkan mic nya dan mempersilahkan peserta selanjutnya dan aku pun turun dengan tetap tersenyum sebelum akhirnya nangis di kamar mandi dengan toilet yang rusak. ketika di kantin sekolah beberapa teman menghampiriku dan berkata "suara lu Fals dan juga terlalu rendah well, masih kalah ama tangisan jomblo yang galau karna malam minggu gak hujan. Mendingan lu gausah ikutan lagi deh daripada nambah bahan ejekan untuk kelas kita", jujur rasanya minder pada waktu itu aku ngerasa kayaknya musik memang bukan duniaku, ketika aku keluar kantin dan balik ke kelas aku di samperin oleh Pablo sahabat dekatku (dari semasa sekolah hingga sekarang) yang kebetulan mengerti sedikit tentang musik dan dia mengatakan " aduh men suara lu kalau nyanyi tuh jangan ditahan-tahan gitu apalagi untuk nada yang tinggi, malah kedengaran kayak suara banci. Nah coba lu latihan dengan suara lepas, keluarin semua suara jangan ditahan jadi nanti lebih enak didengarnya", emang sama-sama pedes tapi bedanya si Pablo bisa memberi komentar yang membangun untuk aku berubah makin baik dalam bernyanyi (walau ampe sekarang ga ada bedanya antara nyanyi ama ngomel).Intinya ketika kita melakukan sesuatu kita jangan takut untuk dianggap jelek dimata orang seperti dikatain cari sensasi, pengen tenar, kurang perhatian, cari perhatian, dan mungkin ribuan sebutan lainnya yang ditujukan untuk kita. Ketika kita ingin melakukan perubahan atau ingin melakukan hal baru untuk hidup kita agar terasa sedikit berbeda karena kegiatan yang baru, lakukanlah semampu kita tanpa memikirkan perkataan orang. Ingat "anjing hanya menggonggong dengan orang yang asing baginya" (entah darimana tiba-tiba ingat kata-kata ini), karena hater akan selalu menjadi hater apapun yang kita lakukan mereka akan menghabiskan waktu untuk membahas kesalahan itu termasuk seperti ditolak berkali-kali oleh gebetan, doain malam minggu hujan deras, dan juga berapa waktu yang kita perlukan untuk move on, (maaf sedikit kebawa suasana).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar